Program bimbingan konseling Komprehensif,Kenapa gak??

Saat ini telah berkembang sebuah konsep baru (agak lama juga sih..) tentang sebuah konsep program bimbingan dan konseling yaitu program bimbingan konseling komprehensif. Pola program ni menggantikan pola perkembangan 17 + (yang katanya beberapa ahli BK di Indonesia, model ini tidak memiliki acuan yang jelas) yang telah banyak kita ketahui. Pada dasarnya pola ini mengadopsi dari pola bimbingan konseling yang ada di Amerika. Secara garis besar sejarah dari model ini agak lama juga sih dimulai dari 1900 dikenal dengan model bimbingan Parsonian(1910an), bimbingan identik dengan pendidikan, bimbingan penyaluran dan penyesuaian (1920an), bimbingan proses klinis, bimbingan pengambil keputusan, bimbingan sistem elektrik, bimbingan sebagai proses layanan, hingga pada akhirnya bimbingan perkembangan. Program bimbingan konseling komprehensip disarkan pada 4 bidang yaitu kurikulum bimbingan, layanan responsif, perencanaan individul, dan dukungan sistem. Keempat bidang ini mengarah ke ersonal/social development, academic developmet,dan karier devopment yang arahkanya kepada student achievment&success. Bagaimana mendesain program Bimbingan dan konseling komprehensif?? Pada dasarnya pendesainan program tidak jauh beda seperti halnya ketika menyusun sebuah program BK. Yaitu :

1. Mendefinisikan struktur dasar bimbingan yang hendk kita lakukan

2. Mengidentifikasi dan mendaftar kompetensi siswa baik dari segi area isi, level sekolah atu tingkatan kelompok

3. Mengkonfirmasi kembali dukungan sistem

4. Menetabpan prioritas dari program yang aka diberikan (desain kualitatif)

5. Menetapkan parameter dan alokasi (desain Kuantitatif)

6. Menuliskan dan menyalurkan gambaran dari program yang diinginkan

Dan tak kalah pentingnya adalah melaksanakan program,,kan percuma susah buat program g dilaksanakan meski terkadang sibuk dengan urusan yang lain… (pa lagi denger2 temen 2004 ada yang mau nikah) Pada dasarnya konsep ini mengupayakan memandirikan siswa. Adapun standar kemandirin siswa dapat dikelompokan menjadi kematangan emosi, kematangan intelektual, kesaaran untk menikah dan berkeluarga (ternyata juga penting y…….) , kesadaran tanggung jawab sosial, kesadaran gender, pengembangan pribadi, kemandirian perilaku ekonomis, wawasan dan kesiapan karier, kematangan hubungan sebaya, landasan hidup religius, landasan perilaku etis. Semoga temen2 mulai membauat program yang bener2 komprehensif,,, (jangan program yang sama terus kayak tahun2 sebelumnya)……kalau tidak sekarang kapan lagi??? atau masih mau profesi kita kurang dihargai???

About these ads
    • Resminingsih
    • September 27th, 2009

    wah seneng juga dengernya dari adik2 Unessa. Saya salah satu alumni, dulu masih IKIP Surabaya karena saya lulus angkatan ’88. terus terang saya merasa sendirian di DKI Jakarta, mencari temen2 yg berasal dari UNSESSA agak susah terutama utk guru BK di SMA nya kok gak ada sama sekali. Kita harus sering2 sharing dong terutama utk kemajuan kita. Saya belum ngasih komentar mengenai Program Komprehensif, mudah2 an kita dipertemukan pd Konvensi BK nasional pd bln November di Surabaya.

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: